Senin, 06/08/2007
- Oleh:Ganjar Kurnia
I. Pendahuluan
Bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa
nasional dan bahasa negara,
yang memiliki fungsi-fungsi tertentu, makin hari makin berkembang sesuai dengan
perkembangan kehidupan sosial penuturnya. Perkembangan sosial penutur ini
menuntut perkembangan fungsi-fungsi bahasa yang lebih rinci. Konteks fungsi
sosial bahsa begitu beragam dan kompleks sehingga bahasa Indonesia dituntut
menyelaraskan dirinya dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, secara alamiah
bahasa Indonesia mengembangkan ragam-ragamnya untuk memenuhi tuntutan fungsi
sosial tadi, yakni variasi dalam pemakaian atau apa yang disebut laras atau
register bahasa Indonesia.
2. Kekayaan Register bahasa Indonesia
Keunggulan sebuah bahasa dapat diamati dari kemampuan untuk memenuhi fungsi
sosial bahasa tersebut bagi peniuturnya. Bahasa Indonesia
yang berasal dari
bahasa Melayu sudah sejak dulu sudah menunjukan potensi yang luar biasa dalam
variasi pemakaiannya., baik ragam lisan maupun ragam tulis. Bahasa ini menjadi
sarana dalam perniagaan antarbangsa. Demikian pula, Bahasa ini menjadi bahasa
dunia satra. Bahasa ini menjadi media yang sangat amopuh dalam mempersatukan
bangsa dalam meraih kemerdekaan. Bahasa Indonesia
sebagai register politik
sangat kental saat itu.
Perkembangan kehidupan manusia Indonesia pasca kemerdekaan menempatkan bahsa
Indonesia sebagai media yang harus mampu menampung berbagai aspirasi kehidupan
masyarakat baru. Wajah bahasa Indonesia berubah asangat jauh berbeda dengan
wajah bahasa Indonesia sebelumnya. Kondisi ini disikapi oleh para ahli bahasa
dan pemerhati bahasa kita saat itu melalui pengodifikasian aturan-aturan adan
penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seperti kongres bahasa walaupun sebenarnya ini
sudah dirintis sebelumnya dalam situasi kehidupan sosial dan politik yang
berbeda.
Kini bahsa Indonesia bukan hanya sebagai alat perhubugan tingkat nasional,
tetapi juga harus berdiri kokoh menjadi penampung berbagai konsep kehidupan baru
serta ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Bahasa ini menjadi sarana ilmiah
berbagai bidang disiplin:politik, ekonomi,m hukum, kesenian, keagamaan dan
sebagainya. Bahasa ini menjadi sarana bagi media cetak dan kepenulisan: buku,
majalah, surat kabar, tabloid, dan sebagainya. Bahasa ini pun menjadi sarana
media elektronik :Radio dan televisi. Perkembangan global menjadikan bahasa
Indonesia masuk dalam dunia maya internet. Semua itu tidak lepas dari konteks
bahasa dalam pemakaian, yakni register.
3. Tantangan yang dihadapi
Setiap orang akan berpakaian secara bijak. Dia akan mengenbakan model
pakaiannya sesuai dengan aktivitas yang dilakukan di tempat tertentu pada waktu
tertentu. Dalam kondisis yang wajar, orang akan mengganti model pakaiannya
menyelaraskan dengan faktor aktivitas, tempat, dan waktu tersebut. Harus
mengatakan apa kepada orang yang berpakaian itu-itu saja ketika dia melakukan
aktivitas berbeda di tempat berbeda, dan waktu berbeda?Demikain pula bahasa.
Sesuai dengan kodratnya sebagai sistem yang bukan sistem tunggal, bahasa akan
berubah-ubah wujud memenuhi aktivitas, tempat, dan waktu tertentu.
Bahasa yang maju adalah bahasa yang memiliki kekayaan variasi untuk berbagai
kepentingan sosial. Bahasa akan didorong untuk memiliki register atau laras
sesuai dengan topik, cara atau media, dan hubungan di antara partisipan dalam
komunikasi. Hal inilah yang menimbulkan keragaman dan kemajemukan register.
Bahasa akan menjadi sarana mencerdaskan penuturnya ketika bahsa mampu menuntun
penuturnya berkomunikasi sesuai dengan kaidah register yang ada. Penutur yang
bniak akan menggunakan register sesuai dengan keperluan konteks sosialnya dengan
memenuhi kaidah yang berlaku. Dalam beberapa kasus, bukanlah tindakan bijak jika
rigester tertentu untuk bidang tertentu digunakan untuk bidang lain. Register
kelisanan layaknya hanya cocok untuk kelisanan; rigester tulisan hanya cocok
untuk tulisan tentu dengan berbagai gradasinya. Demikian pula rigister ilmu
pengetahuan tidak dapat dicampuradukkan dengan rigester walaupun dalam
praktiknya ada gradasi tertentu.
4. Upaya memeperkaya Register
Pembinaan dan pengembangan bahasa dan registernya bukan hanya dominasi pihak
tertentu. Sebagai bangsa, lebih-lebih para cerdik cendikia, kita memiliki
tanggung jawab untuk mengembangkan dan memperkaya register bahasa Indonesia ini
untuk berbagai keperluan kehidupan dan ilmu pengetahuan. Ahli bahasa harus
bergandengan tangan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perguruan
tinggi untuk mengupayakan pemekaran register ini, antara lain melalui
pengembangan kosakata dan istilah keilmuan. Untuk mengupayakan itu tentu perlu
penelitian yang terencana dan saksama.
Perkembangan dan perubahan kehidupan manusia begitu cepat. Tentu hal ini
berdampak pada dinamika kehidupan sosial. Demikian pula, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi melintas dalam waktu detikan saja dan dampak terhadap
cara hidup dan cara pikir pun sangat cepat. Apa jadinya jika bahasa Indonesia
melalui registernya tidak mapu mengantisipasi hal ini. Bukan menanamkan sikap
pesimis justru kita harus sama-sama proaktif menghadapinya. Marilah
mengembangkan dsan memekarkan register bahsa Indonesia demi kemajuan, kecerdasan,
dan kesejahteraan bangsa.
|