:: Agenda ::
1. Acara Konvensi Kampus IV dan Temu Tahunan ke-10 Forum Rektor Indonesia, Hari ke-1 : Sabuga ITB; Hari ke-2 : Kampus ITB (16/07/2007)
2. PERINGATAN 60 TAHUN PENDIDIKAN TINGGI KIMIA, kampus Institut Teknologi Bandung (09/07/2007)

REGISTER BAHASA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEILMUWAN DAN KEPRAGMATISAN

Forum Rektor
  Senin, 06/08/2007
-

Oleh:Ganjar Kurnia

I. Pendahuluan

Bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, yang memiliki fungsi-fungsi tertentu, makin hari makin berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan sosial penuturnya. Perkembangan sosial penutur ini menuntut perkembangan fungsi-fungsi bahasa yang lebih rinci. Konteks fungsi sosial bahsa begitu beragam dan kompleks sehingga bahasa Indonesia dituntut menyelaraskan dirinya dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, secara alamiah bahasa Indonesia mengembangkan ragam-ragamnya untuk memenuhi tuntutan fungsi sosial tadi, yakni variasi dalam pemakaian atau apa yang disebut laras atau register bahasa Indonesia.

2. Kekayaan Register bahasa Indonesia

Keunggulan sebuah bahasa dapat diamati dari kemampuan untuk memenuhi fungsi sosial bahasa tersebut bagi peniuturnya. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu sudah sejak dulu sudah menunjukan potensi yang luar biasa dalam variasi pemakaiannya., baik ragam lisan maupun ragam tulis. Bahasa ini menjadi sarana dalam perniagaan antarbangsa. Demikian pula, Bahasa ini menjadi bahasa dunia satra. Bahasa ini menjadi media yang sangat amopuh dalam mempersatukan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Bahasa Indonesia sebagai register politik sangat kental saat itu.

Perkembangan kehidupan manusia Indonesia pasca kemerdekaan menempatkan bahsa Indonesia sebagai media yang harus mampu menampung berbagai aspirasi kehidupan masyarakat baru. Wajah bahasa Indonesia berubah asangat jauh berbeda dengan wajah bahasa Indonesia sebelumnya. Kondisi ini disikapi oleh para ahli bahasa dan pemerhati bahasa kita saat itu melalui pengodifikasian aturan-aturan adan penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seperti kongres bahasa walaupun sebenarnya ini sudah dirintis sebelumnya dalam situasi kehidupan sosial dan politik yang berbeda.

Kini bahsa Indonesia bukan hanya sebagai alat perhubugan tingkat nasional, tetapi juga harus berdiri kokoh menjadi penampung berbagai konsep kehidupan baru serta ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Bahasa ini menjadi sarana ilmiah berbagai bidang disiplin:politik, ekonomi,m hukum, kesenian, keagamaan dan sebagainya. Bahasa ini menjadi sarana bagi media cetak dan kepenulisan: buku, majalah, surat kabar, tabloid, dan sebagainya. Bahasa ini pun menjadi sarana media elektronik :Radio dan televisi. Perkembangan global menjadikan bahasa Indonesia masuk dalam dunia maya internet. Semua itu tidak lepas dari konteks bahasa dalam pemakaian, yakni register.

 

3. Tantangan yang dihadapi

Setiap orang akan berpakaian secara bijak. Dia akan mengenbakan model pakaiannya sesuai dengan aktivitas yang dilakukan di tempat tertentu pada waktu tertentu. Dalam kondisis yang wajar, orang akan mengganti model pakaiannya menyelaraskan dengan faktor aktivitas, tempat, dan waktu tersebut. Harus mengatakan apa kepada orang yang berpakaian itu-itu saja ketika dia melakukan aktivitas berbeda di tempat berbeda, dan waktu berbeda?Demikain pula bahasa. Sesuai dengan kodratnya sebagai sistem yang bukan sistem tunggal, bahasa akan berubah-ubah wujud memenuhi aktivitas, tempat, dan waktu tertentu.

Bahasa yang maju adalah bahasa yang memiliki kekayaan variasi untuk berbagai kepentingan sosial. Bahasa akan didorong untuk memiliki register atau laras sesuai dengan topik, cara atau media, dan hubungan di antara partisipan dalam komunikasi. Hal inilah yang menimbulkan keragaman dan kemajemukan register. Bahasa akan menjadi sarana mencerdaskan penuturnya ketika bahsa mampu menuntun penuturnya berkomunikasi sesuai dengan kaidah register yang ada. Penutur yang bniak akan menggunakan register sesuai dengan keperluan konteks sosialnya dengan memenuhi kaidah yang berlaku. Dalam beberapa kasus, bukanlah tindakan bijak jika rigester tertentu untuk bidang tertentu digunakan untuk bidang lain. Register kelisanan layaknya hanya cocok untuk kelisanan; rigester tulisan hanya cocok untuk tulisan tentu dengan berbagai gradasinya. Demikian pula rigister ilmu pengetahuan tidak dapat dicampuradukkan dengan rigester walaupun dalam praktiknya ada gradasi tertentu.

4. Upaya memeperkaya Register

Pembinaan dan pengembangan bahasa dan registernya bukan hanya dominasi pihak tertentu. Sebagai bangsa, lebih-lebih para cerdik cendikia, kita memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan memperkaya register bahasa Indonesia ini untuk berbagai keperluan kehidupan dan ilmu pengetahuan. Ahli bahasa harus bergandengan tangan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi untuk mengupayakan pemekaran register ini, antara lain melalui pengembangan kosakata dan istilah keilmuan. Untuk mengupayakan itu tentu perlu penelitian yang terencana dan saksama.

Perkembangan dan perubahan kehidupan manusia begitu cepat. Tentu hal ini berdampak pada dinamika kehidupan sosial. Demikian pula, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melintas dalam waktu detikan saja dan dampak terhadap cara hidup dan cara pikir pun sangat cepat. Apa jadinya jika bahasa Indonesia melalui registernya tidak mapu mengantisipasi hal ini. Bukan menanamkan sikap pesimis justru kita harus sama-sama proaktif menghadapinya. Marilah mengembangkan dsan memekarkan register bahsa Indonesia demi kemajuan, kecerdasan, dan kesejahteraan bangsa.

 


 

 
Cetak Artikel  E-mail Artikel
 Riwayat Penulis
 
 
Kami juga menerima artikel. Kirimkan artikel Anda ke beserta foto dan CV singkat. Artikel yang masuk akan melalui proses editing.
:: Daftar Artikel ::
1. REGISTER BAHASA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEILMUWAN DAN KEPRAGMATISAN (06/08/2007 - )
2. KETERKAITAN KUALITAS PARTAI POLITIK DAN KUALITAS DEMOKRASI( Bag II) (31/07/2007 - )
3. KETERKAITAN KUALITAS PARTAI POLITIK DAN KUALITAS DEMOKRASI (17/07/2007 - Prof.Dr.H.M Didi Turmudji)
4. PERS (TETAP) DALAM BAHAYA (11/06/2007 - )
5. HANTU ITU BERNAMA “UN” (05/04/2007 - )
6. Bandung Counter Culture Movement (22/02/2007 - M. T. Zen)
7. Republik Multisistem Pilkada (16/01/2007 - )
8. Beberapa Catatan Tentang RUU Perubahan Peradilan Militer (26/12/2006 - Prof. Dr. Edi Setiadi. SH. MH)
9. PROGRAM PENDIDIKAN PEMILIH SEBUAH REKOMENDASI (15/12/2006 - )
10. Reformasi Birokrasi keharusan Bagi Pelayanan Profesional (13/11/2006 - )
Halaman | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 ...
<<sebelumnya | selanjutnya>>
     
 
 
 
 
 
     
Copyright © YPSDM - Forum Rektor Indonesia
Hubungi Webmaster